Selasa, 01 Juni 2010

Keberadaan Pemuda

Bagi para santri, mungkin sudah tidak asing lagi dengan ungkapan :

شُبَّانُ اْليَوْمِ رِجَالُ اْلغَدِ

Pemuda hari ini adalah laki-laki (yang memimpin) di hari esok

Pemuda dalam bahasa Arab, biasa diungkapkan dengan Syaabbun, dari kata syabba - yasyibbu. Apabila dikatakan : “syabbatin naar wa tasyabbabat”, maka artinya adalah api yang berkobar dan menyala-nyala.

Begitulah pemuda, nama yang sesuai dengan keberadaannya. Ia memiliki keinginan yang berkobar, semangat yang menggebu-gebu dan berapi-api. Namun bila tidak terarah dan terbimbing, keberadaan pemuda ini terkadang semangatnya salah kaprah, kekuatan mereka dimanfaatkan oleh kalangan tertentu. Dengan semangat yang ada pada dirinya mereka merasa berani melakukan apa pun, membela apa saja yang ia yakini benar, walaupun prilakunya jauh dari norma atau aturan yang ada.

Dalam bukunya yang berjudul “Di Bawah Bendera Revolusi”, Presiden pertama Indonesia Bapak Soekarno mengatakan : “Berikanlah kepada ku seribu kakek-kakek, saya sanggup mencabut gunung semeru. Tapi berikanlah kepada ku sepuluh pemuda, saya sanggup menggoncangkan dunia”. Inilah hakekat perbandingan pemuda dalam pengorbanan dan perjuangannya persepsi presiden Soekarno.

Namun pemuda seperti apakah yang diharapkan oleh umat ?

Nabi SAW pernah bersabda :

شَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ.

Pemuda yang tumbuh (berkembang) dalam ibadah kepada Allah Azza wa Jalla

Pemuda macam inilah yang termasuk tujuh golongan yang Allah akan menaungi mereka pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya. Seorang pemuda bukan berarti mesti mengorbankan kepemudaannya untuk hidup seperti kakek-kakek, namun seorang pemuda syahwatnya mesti selalu terpimpin oleh agama. Karena kelak seorang pemuda akan menjadi harapan umat, dalam memelihara segala bentuk kehidupan di masa yang akan datang.
Begitulah pemuda, generasi yang memiliki peran sangat penting dalam menentukan perubahan dunia. Sejarah banyak membuktikan bahwa generasi Pemuda banyak yang telah menjadi motor dalam perubahan-perubahan besar di dunia. Oleh karena itu pemuda dalam keberadaannya patut diperhitungkan dalam sebuah peradaban manusia.

Maka dari itulah peran generasi pemuda saat ini, sangat bergitu penting dalam membereskan segala dinamika problematika umat yang terjadi sekarang ataupun akan datang. Terlebih khusus pemuda persatuan Islam, memiliki misi penegakkan Al-Quran dan as-Sunnah, sebagai pelanjut dan pengemban misi persatuan Islam, pemuda persatuan Islam harus tampil sebagai generasi yang tershibghoh dengan Al-Quran dan As-Sunnah, memiliki daya jihad yang tinggi, berilmu, dan berakhlaqul karimah untuk mengembalikan umat kepada jalan kehidupan sesuai tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah.

Tidak ada komentar: